Lika-Liku Penulisan Ilmiah (Part 2)


Sudah satu minggu semenjak awal perkuliahan dimulai, saya pun masih tetap dalam mode malas. Entah sampai kapan saya akan bermalas-malasan seperti ini. Tapi kemarin saya mendapatkan informasi dari teman sekelas saya bahwa akan diadakan seminar yang membahas mengenai bagaimana cara membuat penulisan ilmiah. Saya pun tertarik dan mencoba untuk mengikuti seminar tersebut, dengan harapan saya akan mendapatkan gambaran jelas mengenai bagaimana cara untuk membuat penulisan ilmiah yang baik dan benar.
Beberapa hari setelahnya, seminar pun dimulai. Saya pun datang menghadiri acara seminar tersebut. Awalnya saya sangat bergairah mengikuti seminar ini, dan penasaran mengenai bagaimana cara membuat penulisan ilmiah. Tetapi, setelah mengikuti dan mendengarkannya ternyata biasa saja. Hanya seperti membuat suatu laporan biasa, hanya saja laporan ini mempunyai struktur susunan sendiri. Setelah mengetahui bagaimana susunan dari penulisan ilmiah, saya pun langsung mencari materi untuk penulisan saya. Saya bingung dan tak punya gambaran sama sekali tentang apa yang akan saya buat nantinya.
Saya pun mencoba bertanya kepada teman sekelas saya. Ternyata kebanyakan mereka membuat aplikasi android, yang memang sekarang sedang digemari di kalangan masyarakat. Tetapi berhubung saya malas untuk membeli dan membaca buku, akhirnya saya pun mempelajari lebih dalam mengenai android melalui internet. Sedikit demi sedikit saya mempelajari bagaimana cara membuat aplikasi android, tetapi saya sama sekali belum mendapatkan ide tentang apa yang akan saya buat nantinya. Tiba-tiba saat saya sedang asyik belajar, saya melihat sebuah video tutorial mengenai android yang menurut saya dapat dikembangkan lagi lebih jauh.
Akhirnya saya pun memutuskan untuk mengembangkan aplikasi android ini. Dan sekarang saya sedang mulai untuk mencoba membuatnya, semoga saya diberi kemudahan dalam membuat aplikasi ini nantinya. Amin

Lika-Liku Penulisan Ilmiah (Part 1)


Saya adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta nomor satu di Indonesia (katanya). Dan agar pembaca tidak merasa tulisan ini berbau unsur-unsur promosi, maka saya samarkan nama universitas ini. Sebut saja universitas ini bernama universitas DarmaGuna. Saya terdaftar sebagai mahasiswa fakultas ilmu komputer. Tak terasa saya sudah belajar di universitas ini selama 3 tahun, dan sekarang saya resmi menjadi mahasiswa semester 6  alias tingkat 3. Sesuatu yang menurut saya lumayan membanggakan, kenapa membanggakannya? Dikarenakan persaingan yang begitu ketat, saling sikut menyikut dan salip menyalip diantara para mahasiswa. Memang sedikit terdengar berlebihan, tapi memang begitu adanya.
 Sekarang saya sudah masuk semester 6, dan suatu kehormatan bagi saya untuk dapat menerima warisan dari nenek moyang saya (kakak kelas) yaitu sesuatu yang diberi nama “Penulisan Ilmiah”. “Whatt???!! Apa itu penulisan ilmiah??!! Apakah saya mampu menulis sesuatu yang berbau ilmiah??!!” itulah kata-kata yang selalu terngiang dalam pikiran saya. Saya pun terus dihantui oleh penulisan ilmiah ini, kemana pun saya pergi orang orang selalu bertanya tentang penulisan ilmiah. Jujur, saya malas sekali mengerjakan penulisan ini, ya walaupun memang saya sudah terkenal pemalas di kelas bahkan seantero jagad raya pun tahu akan hal itu. Yang saya lakukan hanyalah 5M, Mandi, Makan, Main, Main, dan Main. Jujur saya senang sekali bermain komputer terutama, Game Online. Bahkan tak jarang saya menghabiskan harta saya (uang jajan) untuk bermain game online. Memang sesuatu yang terdengar pemborosan tapi yah mau bagaimana lagi, itulah hobi saya.
Awal perkuliahan saya pun masih merasa santai, dan masih menganggap penulisan ilmiah itu mudah. Memang nyatanya mudah, tetapi nyatanya penulisan ilmiah ini agak sedikit lebih rumit dari kata mudah. Entahlah bagaimana saya mengerjakannya, saya pun sempat berniat ingin mencari suatu “jasa” pembuatan penulisan ilmiah, yeah something like that. Tetapi mengingat keuangan saya yang bisa dibilang pas-pasan. Saya memutuskan untuk mencoba membuat penulisan ilmiah tersebut sendiri. Dan yah kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari penulisan ilmiah ini…

Karma Does Exist


Tak terasa sudah cukup lama aku tak memiliki kekasih, menjalani semuanya sendiri tanpa harus berbagi dengan orang lain. Sebenarnya aku pun heran mengapa aku tak mempunyai pasangan juga sampai sekarang. Memang sih, aku ini tipe orang yang terlalu banyak memilih dalam mencari pasangan dan aku menginginkan pasangan yang sempurna. Terdengar lucu memang mengingat aku ini orang yang bisa dibilang sangat jauh dari kata sempurna.
Ya paling tidak, aku ingin mempuyai pasangan yang baik dan bersedia menemani aku disaaat senang maupun susah. Tetapi saat ini, sangat sulit mencari wanita seperti itu. Kebanyakan wanita yang aku kenal adalah wanita yang ada disaat aku senang dan menghilang disaat aku dalam keadaan sulit. Entah karena aku yang tak mampu menemukannya ataukah aku sedang menjalani masa karmaku.
Dulu aku pernah mempunyai seorang pasangan, seorang wanita yang baik. Dia adik kelasku sewaktu sma. Sebenarnya aku tidak menyangka akan memiliki hubungan lebih bersamanya. Tetapi faktanya aku malah menjalani hubungan paling lama bersamanya. Dia wanita yang baik, lucu, perhatian, dan sangat sayang kepadaku. Begitu pula aku, aku pun sangat menyayanginya. Tetapi aku sering sekali bersikap dingin kepadanya, bukan karena aku tak sayang kepadanya. Hanya saja aku sibuk dengan kegiatan lain yaitu bermain komputer. Aku senang sekali bermain komputer hingga aku kesulitan mengatur waktu untuk belajar dan melakukan hal lainnya.
Aku selalu berkata kepadanya bahwa aku bersikap seperti ini bukan karena aku tak mencintainya. Tetapi ia tak pernah mempercayai semua ucapanku. Setelah sekian lama aku menjalani hubungan bersamanya, ia selalu menyanyakan hal yang sama. Kenapa aku tidak member kabar, kenapa aku tidak menanyakan kegiatannya, dan sebagainya. Hari demi hari, aku pun merasa bosan membahas hal yang sama bersamanya dan tak jarang kami pun bertengkar. Pertengkaran ini lah yang membuat aku akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami.
Setelah kejadian itu, aku sempat mempunyai pasangan tapi hubungan kami tak berlangsung lama. Dan akhirnya aku sendiri hingga sekarang. Aku sedang menikmati karma akibat perbuatanku sendiri. Pesan dari saya, berhati hati lah dalam mengambil suatu tindakan. Pikirkan dengan matang sebelum bertindak, jangan sampai menyesal di kemudian hari. 

Confession of A Friend


Beberapa hari yang lalu aku merasakan hal aneh, sesuatu yang kerap mengganggu pikiranku dan membuat tidurku tak nyenyak. Aku kerap memimpikannya, seseorang yang tak seharusnya aku impikan. Aku pun bertanya-tanya apa yang terjadi dalam diriku, mengapa aku seperti ini dan kenapa baru sekarang. Padahal aku sudah cukup lama mengenalnya dan sebelumnya aku sama sekali tidak pernah merasakan hal ini. Tetapi hal ini datang begitu saja secara tiba-tiba.
Sebelumnya aku memang menganggap dia sebagai teman terbaikku. Hari demi hari aku jalani bersamanya, semakin menyadarkan aku betapa berharganya ia bagiku. Aku sadar, bahwa aku tak dapat memilikinya karena dia sudah memilih laki-laki lain. Aku pun ikut merasa bahagia apabila ia bahagia. Namun pada kenyataannya, selama ini aku sangat sedih melihat ia diperlakukan tak pantas oleh laki-laki itu. Aku pun sadar bahwa aku ini hanyalah temannya, hanya teman biasa dan aku pun tak dapat berbuat banyak. Tetapi aku rasa, akan lebih baik jika aku dapat melindunginya sendiri daripada aku harus melihat ia selalu disakiti seperti ini.
Aku pun memberanikan diriku untuk membuat suatu pengakuan kepadanya. Aku mengutarakan perasaanku kepadanya dan aku meminta agar ia mau menjadi milikku. Aku berkata bahwa aku sudah lama menyimpan perasaan ini, dan aku sudah tak tahan lagi melihatnya disakiti oleh laki-laki itu. Aku  mengutarakan setiap perasaan yang aku miliki kepadanya. Meskipun demikian, dia berkata bahwa memiliki aku sebagai temannya adalah hal terbaik dalam hidupnya. Dan dia tak ingin merubah hal itu, dia tak ingin kehilangan teman terbaik dalam hidupnya. Dari ucapannya pun tersirat bahwa ia menolak cintaku, dan ini sangat membuatku merasa sakit sekali karena aku harus tetap menyimpan perasaan bahwa aku sangat mencintainya.

Arti Kebahagiaan


Kebahagiaan, tentu saja tidak asing lagi di telinga kita. Bahagia pun bermacam-macam bagi setiap orang. Ada yang beranggapan bahwa bahagia itu adalah saat dimana kita bisa mendapatkan apa yang kita impikan selama hidup. Sebagian ada pula yang beranggapan bahwa bahagia adalah ketika kita dapat memiliki dan dimiliki oleh seseorang. Setiap orang bebas berpendapat mengenai kebahagiaan, tentu saja karena kebahagiaan seseorang belum tentu sama dengan kebahagiaan orang lain.
Ingin rasanya mengulang saat saat itu kembali, saat saat dimana saya dapat merasakan kebahagiaan itu bersamanya. Disaat semua begitu terasa sempurna dengan kehadiran dirinya dalam hidup ini. Tak pernah disangka-sangka sebelumnya, dia yang selama ini hanya berada di khayalku dan disetiap kesendirianku kini hadir menemani keseharianku.

Kehadiranmu membuat hari-hariku jadi lebih berwarna. Darimu, ku tau lebih banyak sesuatu yang tak pernah aku tau sebelumnya. Hari terus berganti, perselisihan pasti datang menghampiri. Disaat itu, aku mulai tau bagaimana menghadapi sedikit kepahitan cinta. Dari semua ini, aku mengharapkan sesuatu yang lebih. Harapan untuk menjalani semua bersama lebih lama lagi. Kamu, seseorang yang selalu mengerti sikap burukku. Terimakasih untuk kehadiranmu selama ini.

Kerusuhan di Pagi Hari



Pagi ini saya terbangun karena suara ribut dari luar kamar (biasanya juga ribut sih). Kerusuhan dipagi hari sebenarnya sudah menjadi kebiasaan adik saya ketika dia ingin pergi ke sekolah, yah mau bagaimana lagi jadi dimaklumi saja. Tingkah lakunya berbeda sekali dengan kakaknya (read:jordy). Tapi pagi ini ternyata tidak hanya adik saya, ayah dan ibu saya pun ikut serta dalam kerusuhan pagi ini.

Dengan perasaan geram, saya pun langsung bangun dan memeriksa keadaan diluar.  Dan sesampainya diluar saya bertanya “ada apa sih ini ribut ribut?” adik saya berkata “tuh liat” sambil menunjuk kearah kamar kosong. 


Ternyata, kucing saya yang bernama ‘Mimiw’ melahirkan, saya pun terkejut dan segera berlari untuk melihat anak anaknya yang lucu. Mimiw melahirkan 5 ekor anak kucing, 4 berwarna abu-abu dan 1 berwarna putih. Sayangnya, sang ayah telah meninggalkan rumah (kabur) entah mengapa dia melarikan diri. Apa mungkin dia ingin lepas tanggung jawab menjadi seorang ayah?. Entahlah yang jelas saya senang Mimiw berhasil melewati masa persalinan dengan selamat dan dia telah resmi menjadi seorang ibu sekarang.

Selain itu, saya juga merasa senang dengan kehadiran anggota baru dikeluarga kami. Karena dengan adanya mereka rumah kami pun bertambah ramai. Semoga mereka ber5 akan tumbuh sehat dan bisa diajak main secepatnya. huaahhhh...nanti insya allah akan saya upload foto foto mereka ya x). Dan buat papa, semoga papa sehat selalu biar bisa terus bekerja demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan kami beserta anak-anaknya mimiw. Amin.

See ya...Have a nice day ^o^

Kebebasan Berkepentingan



        Akhir-akhir ini saya sering merasa bahwa keadilan didunia ini semakin sulit ditemui. Terutama saat saya yang menjadi korbannya. Sebenarnya menurut saya hal ini merupakan sesuatu yang sangat sederhana, yaitu tentang kebebasan untuk melaksanakan kepentingan masing-masing. Disaat saya sedang ingin melakukan hal yang ingin saya lakukan, selalu ada saja sesuatu yang menghalangi. Entah itu hal kecil yang ingin saya lakukan, atau hal besar yang ingin saya lakukan. Saya tidak tahu mengapa hal ini sering sekali terjadi dalam kehidupan saya. Mungkin hal ini tidak hanya terjadi di kehidupan saya, setiap orang pasti pernah mengalaminya. Dan saya hanya bisa menerima hal tersebut meskipun saya masih mengumpat di dalam hati.
      Mungkin memang menurut mereka kepentingan yang saya lakukan bersifat percuma atau sia sia. Tetapi sebenarnya hal itu sangat penting bagi saya, karena setiap orang di dunia ini tidak semuanya sama. Oleh karena itu saya sarankan agar kita selalu menghargai kepentingan setiap orang. Jangan egois dan memaksakan pemikiran kita untuk disamakan dengan pemikiran orang lain. Karena hal itu hanya akan mengakibatkan terjadinya suatu konflik. Dosen saya pernah berkata seperti ini “Seseorang tidak akan pernah marah apabila kepentingannya tidak diganggu oleh orang lain”. Saya pun sependapat dengan dosen saya, sebenarnya penyebab utama dari perkelahian adalah ketika seseorang merasa kepentingannya diganggu oleh orang lain. So, think twice before you act!!

Have a nice day ^o^